status kepemilikan tanah

status kepemilikan tanah & bangunan

Sudahkah, status atas tanah & bangunan yang anda tempati / miliki saat ini, mempunyai bukti yang sah, menurut status hukum pertanahan di Indonesia ?

Mungkin status kepemilikan saat ini masih berupa : Girik / Leter C. atau A.J.B [ Akte Jual-Beli ]. Jika belum, segeralah anda tingkatkan menjadi S.H.M. [ Sertifikat ] sebagai bukti kepemilikan legal dari Kementrian “Badan Pertanahan Nasional” / B.P.N. bahwa anda satu-satunya pemilik mutlak dan sah, atas tanah & bangunan tersebut secara hukum, agar tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun juga.

Selebihnya jika status atas tanah & bangunan yang anda miliki sudah berupa S.H.M / Sertifikat, akan memudahkan anda dalam melakukan segala bentuk proses birokrasi, yang terkait dengan hak dan kewajiban anda, baik itu proses jual-beli, waris maupun hibah dsb.

Terkesan rumit memang ! Namun demikian semuanya dapat kita selesaikan, karena peraturannya jelas, dan soal persyaratan saja yang kurang lengkap. Hal ini terjadi, dikarenakan awalnya dan biasanya, ketika terjadi proses jual beli, waris dan hibah, terhadap pemilik asal, yang tercan- tum dalam Girik / Leter C. arsip / buku kantor Desa atau Kelurarahan belum dilakukan peruba- han. Apakah itu pengurangan luas tanah, jika tanah tersebut dijual sebagian, atau karena hal la- in, terkait hak & kewajiban masing-masing, belum kita penuhi. contoh :

1.SSP & SSB. menyangkut “Wajib Pajak” belum melakukan proses validasi ke “DISPENDA”
atau belum melakukan pelunasan pajak di “KPP” setempat, sebagai “Wajib Pajak”.

2.PBB. yang setiap tahunnya wajib kita bayar, minimal [ Sepuluh Tahun Terakhir ] terdapat beberapa tahun yang belum dibayar [ Hal ini wajib dilunasi ].

3.Atau bisa saja terjadi SPPT / PBB. tetap menggunakan atas nama pemilik lama / penjual,
meskipun sudah terjadi perubahan kepemilikkan dan sudah memiliki “Akte Jual Beli” / AJB.
[ nama yang tertulis dalam SPPT / PBB wajib dilakukan kesamaan dengan atas nama yang tercantum dalam buku “Akte Jual Beli”. ]

Sudah barang tentu hal ini menimbulkan hambatan untuk proses kepengurusan “hak atas tanah dan bangunan milik anda’’ untuk diterbitkan SHM [ Sertifikat ]. Maka untuk ini, wajib kita lakukan penyempurnaan data-data pendukung [ syarat mutlak proses diterbitkanmya SHM ].

Dengan diterbitkannya SHM atas nama anda, maka kepemilikan “Hak Atas Nama Tanah Dan Bangunan” yang anda miliki sudah final. Dan sudah tidak ada lagi keterkaitan dengan apa itu yang disebut : Girik, Leter C, Petok D, dan sebagainya. Semuanya & selanjutnya cukup SHM / Sertifikat saja, untuk proses kepentingan kedepan nantinya.

Mari segera kita lakukan kepengurusan pembuatan SHM / Sertifikat, jangan tunggu nanti-nanti dan ditunda-tunda, demi kelancaran & kemudahan kita semua. Baik untuk soal proses jual-beli nantinya maupun untuk ahli waris kita selanjutnya.

Sebagai warga negara yang baik dan sadar hukum, menjadi kewajiban kita semua untuk mentaati segala peraturan yang berlaku di negara kita Republik Indonesia.

Kami dari salah satu “Biro Jasa” kepengurusan SHM [ Sertifikat ] di wilayah : Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. [ JABODETABEK ]. Dalam hal ini bersedia membantu proses “Kepemilikkan Atas Tanah & Bangunan Milik Anda”, menjadi hak milik mutlak dan sah atas nama anda, secara “Prosedural dan Proposional”

Posted in Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Kontak Kami
Nama: Sukoco
Telp: 081345674702
Email: csukoco@gmail.com
Layanan Online
Artikel Terbaru
Kalender
December 2017
MTWTFSS
« Aug  
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Target Kami

customer-satisfaction-300x202