blog

Sertifikat Hak Milik

Sertifikat hak milik – Ada beberapa hak atas tanah yang berlaku di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang No.5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

  1. Hak Milik
  2. Hak Guna Usaha
  3. Hak Guna Bangunan
  4. Hak Pakai
  5. Hak Sewa
  6. Hak Membuka Tanah
  7. Hak Memungut Hasil Hutan

Mengapa Memilih Hak Milik
Hak Milik merupakan hak turun temurun, yang mana adalah hak atas tanah terkuat dan terpenuh yang dapat dimiliki oleh seseorang. Hak milik ini pada dasarnya  bisa beralih dan dialihkan kepada pihak lain tetapi harus mempunyai kewarganegaraan Indonesia.
Banyak orang melakukan perubahan hak atas tanah ke Kantor Pertanahan untuk memperoleh Hak Milik. Terutama yang tinggal di perumahan, sebagian besar masih memakai Sertifikat Hak Guna Bangunan.
Perbedaan yang sangat mencolok ada pada batasan waktu kepemilikan, mempunyai  Hak Milik berarti tidak ada batasan waktu kepemilikan atau selamanya. Sedangkan Hak Guna Bangunan ada batasan waktu kepemilikannya yaitu paling lama 30 tahun dan dapat diperpanjang atas permintaan pemegang hak sampai paling lama 20 tahun.

Perubahan Status Menjadi Hak Milik
Dimungkinkan untuk perubahan status hak tanah dari Hak Guna Bangunan menjadi Hak Milik. Secara umum syaratnya adalah mempunyai kewarganegaaan Indonesia saja.

Syarat-syarat yang lain adalah:

  1. Sertifikat HGB yang asli dan photo copy
  2. Photo copy KTP atas nama pemegang hak sesuai sertifikat HGB
  3. Photo copy SPPT tahun terakhir
  4. Photo copy STTS PBB lima tahun terakhir
  5. Mengisi Formulir  untuk Pemasukan Keuangan ke Negara ±2% dari NJOP
  6. Mengisi Formulir Permohonan Pendaftaran Perpanjangan
  7. Surat Permohonan Pengukuran
  8. Surat Pernyataan Hasil Ukur

Jika dikuasakan untuk pengambilan berkas Sertifikat hak milik maka diperlukan:

  • Surat Kuasa untuk Pengukuran/ Perpanjangan/ Pembaharuan/ Pengambilan Sertifikat.
  • Photo copy KTP atas nama penerima kuasa yang telah dilegalisir.

Kehilangan Status Hak Milik
Hak Milik bisa terhapus karena kondisi di bawah ini:

  1. Tanahnya jatuh kepada Negara, dikarenakan hal berikut ini:
    • Pencabutan hak sebab untuk kepentingan umum, termasuk kepentingan bangsa dan Negara dengan memberi ganti kerugian yang layak.
    • Karena penyerahan secara suka rela oleh pemiliknya.
    • Dikarenakan diterlantarkan.
  2. Sebab tanahnya musnah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *